Be Like The Sun for Grace and Mercy

Biar Allah selalu tahu kita berada di sisi sebelah mana, walaupun hanya Ia seorang yang tahu..png

Orang paling bijak adalah orang yang dapat belajar dari kesalahan oranglain.

Dengan ini aku ingin kakak mengerti bahwa dalam hidupnya, setiap tindakannya, setiap lisannya, kakak harus ingat ada perasaan-perasaan yang harus ia hargai. Bahwa pasti akan ada konsekuensi setiap tindakannya untuk menyakiti oranglain, dunia maupun akhirat.

Aku lakukan ini karena aku ingin kakak mengerti, bahwa saat perasaannya disakiti, bersabar adalah tindakan pertama yang paling bijak. Bersyukur, bahwa kita bukan menjadi oknum yang menyakiti oranglain tersebut adalah tindakan yang paling bijak. Bagaimanapun, hamba Allah yang terdzalimi akan diangkat derajatnya jika ia bersabar, inshaaAllah pahala mengalir bersamanya.

Kelak, kakak akan banyak mendengar cerita dari ibunya, bagaimana bersabar dan syukur adalah hal yang harus membersamainya dalam hidup. Bahwa seberat apapun hidup kakak kelak, jangan pernah menjadi orang yang mendzalimi oranglain dalam bentuk apapun. Biar Allah selalu tahu kita berada di sisi sebelah mana, walaupun hanya Ia seorang yang tahu.

Be like the sun for grace and mercy. Be like the night to cover others’ faults. Be like running water for generosity. Be like death for rage and anger. Be like the Earth for modesty. Appear as you are. Be as you appear.~ Rumi

Advertisements

A Quote

“Tulisan yang ditulis dengan hati, akan mudah menyentuh hati pembacanya”

a quote

Mungkin Ini Tentang Disturbance dan Equilibrium

saatnya untuk lebih banyak membangun resiliensi, mengisi lagi teko kosong, yang nantinya setelah kembali ke titik equilibrium, akan banyak gelas yang dapat diisi, akan banyak wacana berbagi yang terealisasikan.png

Bagi saya menulis adalah kebahagiaan yang sederhana, menemukan bahwa diri saya bisa berguna untuk sesuatu, walaupun sedikit orang yang menganggapnya berguna saja, sudah cukup. Tapi, apa yang terjadi ketika, dirimu sendiri menganggap bahwa, kamu tidak pantas untuk memberi, bahkan melalui tulisan sekalipun, merasa seperti teko kosong, tidak berisi, apalagi berharap dapat memberi, sehingga …. saya rasanya tidak pantas menulis.

Mungkin teman-teman planologi yang pernah mengambil mata kuliah permodelan sudah tidak asing dengan istilah Sistem Dinamis. Sistem dinamis adalah sebuah sistem yang memiliki lebih dari satu titik equilibrium atau titik dimana variabel-variabel parameternya membuat sistem berada dalam keadaan stable state. Sebuah sistem, bagaimanapun, memiliki tujuan untuk mampu mempertahankan dirinya dalam zona equilibrium, dan kemampuan untuk dapat bertahan dalam zona ini dalam keadaan sesulit apapun, dengan disturbance apapun, dinamakan resiliensi sistem. Tapi resilien bukan hanya berarti bertahan dalam equilibrium, tapi juga memaintain agar ketika sistem berada diluar equilibrium karena disturbance, dia akan dengan cepat kembali ke posisi semula. Juga … ketika sistem berada diluar equilibrium dan tidak mampu kembali, dengan cepat sistem dapat melakukan transformasi ke sistem baru dengan equilibrium baru, yang lebih resilien, dan perubahan ini disebut regime shift. Resiliensi adalah sebuah kadar, dimana resilien adalah kata sifat yang menjadi tujuan, sehingga resilien… adalah sebuah sifat yang bisa dicapai dan bisa diperjuangkan.

Kita … juga sebuah sistem, yang memiliki zona equilibriumnya sendiri, yang selalu berurusan dengan berbagai macam disturbance, yang selalu belajar meningkatkan resiliensi akan disturbance yang datang … dan yang akan mengalami banyak regime shift, for our good.

Terdapat banyak orang yang menginspirasi saya selama ini, salah satu diantaranya seorang perempuan cerdas dan inspiring, dengan blognya yang telah memberi saya banyak hal, yang sayangnya telah hampir setahun ditinggalkannya tanpa satu patah katapun. Tapi baru saja, tadi pagi, saya temukan dia telah menulis sesuatu, tentang masalahnya selama setahun belakangan yang membuatnya tidak dapat menulis. Masalahnya setahun belakangan, yang membuatnya merasa … aku mungkin sedang tidak cukup pantas untuk memberi. Ya, itu saya, aku juga merasakannya sekarang, setiap orang akan selalu memiliki saat dimana disturbance yang ia terima tidak dapat membuatnya bertahan di titik equilibrium, saat disturbance yang ia terima membuatnya sibuk untuk membangun sistemnya kembali ke titik equilibrium, saat disturbance membuatnya sibuk bertarung membangun resiliensi agar sistemnya tidak colaps.

Jadi … keadaan saya ini tidaklah spesial, ya, bahkan orang yang saya kagumi ini pun pernah merasakan hal yang sama.

Dalam sistem dinamis, ketika disturbance yang diterima membuat kita jauh dari equilibrium yang artinya jauh dari kondisi stabil, terdapat dua hal yang dapat terjadi. Pertama, kembali ke keadaan stabil awal tanpa perubahan apapun dalam sistem, yang kedua, regime shift, perubahan sistem besar-besaran yang artinya membentuk sistem baru yang lebih resilien terhadap keadaan eksisting juga zona equilibrium yang baru. Dan disturbancenya kali ini memaksanya berada dalam keadaan yang sama sekali berbeda. Pada akhirnya, dia merasakan banyak perubahan, regime shift, ya dia berubah untuk membangun sistem yang lebih baik, dia berubah setelah mengalami palung terdalam diluar zona equilibrium. Resiliensi mengantarkannya ke sebuah sistem baru, yang membuatnya lebih dekat pada Tuhannya, memiliki banyak hal baru, memiliki kekuatan yang lebih dari biasanya, dan sekarang, berjanji untuk menulis lagi, lebih berbagi … lebih berbagi dari biasanya. Bahwa, ini, disturbance besar yang terjadi dalam setiap sistem kehidupan, akan dapat merubah sebuah sistem menjadi jauh jauh lebih baik asalkan kita dapat memaintain resiliensi, berusaha tetap ada dalam kontrol, dan tetap percaya pada titik harapan karena suatu saat pasti ada kalanya kembali ke equilibrium atau beruntungnnya membangun sistem baru. lagi-lagi, untuk menghindari sistem colaps.

YAP, Ada kalanya dimana hati dan jiwa ini sedang jauh dari stable state, dan rasanya tidak mampu untuk memberi. ada saat-saat dimana saya merasa seperti teko kosong yang jangankan mengisi gelas-gelas yang kosong, mampu mengisi diri sendiri saja tidak. Tapi apa benar, ketika sistem kita berada jauh dari equilibrium berarti sebuah keadaan yang sangat buruk bahkan hingga men-tidak-mampu-kan diri sendiri untuk berbagi? justru kejauhan kita dari zona equilibrium, adalah rencana Allah yang menginginkan regime shift, yang berarti ada banyak hal yang dapat diceritakan, yang berarti banyak pelajaran yang dapat dibagi. JUST don’t stop to build hope for tommorow, till reach the new stable state. fake it till you make it.

Maka, ini saatnya untuk lebih banyak membangun resiliensi, mengisi lagi teko kosong, yang nantinya setelah kembali ke titik equilibrium, akan banyak gelas yang dapat diisi, akan banyak wacana berbagi yang terealisasikan setelah lama tertunda, (atau teronggok di draft wordpress, LOL)

“Resilience is accepting your new reality, even if it’s less good than the one you had before. You can fight it, you can do nothing but scream about what you’ve lost, or you can accept that and try to put together something that’s good.”
― Elizabeth Edwards

Good luck !
Gesti

Creamy Onion Soup

Image

Harusnya sih namanya Creamy Onion Soup + (sedikit) brokoli dan jamur shitake,
Biasalah mahasiswa, bahan apa yang ada dimasukin aja deh daripada nganggur, kasian sendirian di kulkas,
Yaudah skip … Here we go

Bahan-bahan nya :

  1. Margarine — +- 5sdm
  2. Bawang bombang ukuran besar — 2 Biji
  3. Susu plain, bisa pake Bearbrand sekaleng — +-200ml
  4. Tepung terigu — 2 sdm
  5. Bawang putih — 2 siung
  6. Telur — 1 butir
  7. Kaldu blok 1 biji
  8. Brokoli dan jamur shitake — sedikit aja asal tidak terlalu mendominasi *gajelas* (optional)
  9. Gula, Garam, Lada hitam — secukupnya

Masaknya ? :

  1. Iris-iris si bawang bombaynya jadi bentuk-bentuk mirip korek api (panjang tipis gitu, kebayang gak sih?), iris juga si shitake dan brokoli bentuk kubus-kecil-yang-kalo-bisa-lebih-ngga-keliatan-dari-bawang-bombaynya *duh. Dan bawang putihnya dicincang halus,
  2. Nah, siapkan panci yang bisa dipake ngegoreng juga (tahan lengket), lelehkanlah margarinenya sampai semua cair. Habis itu masukin bawang bombaynya dan tambahkan sedikit garam sejumput dan gula yang lebih sedikit dari garam *ribet ya jelasinnya
    Image
  3. Pas Bawang bombaynya udah melemah, masukin si brokoli. Oseng-osenglah dengan api kecil sampai bawang bombaynya Caramelized kalo kata Gordon Ramsay mah. Jadi warnanya agak kecoklatan dan baunya manis gituu, baru deh masukin shitakenya dan oseng-oseng bentar.
    ImageDisini pastikan minyak nya masih agak banyak dan ga bikin nempel-nempel, kalo agak nempel-nempel tambahin lagi aja margarinnya.
  4. Setelah itu masukin bawang putihnya, jangan sampai kecoklatan, cukup sampe harum terus masukin tepung terigunya bulat-bulat (ngga pake dicairin dulu) terus aduk-aduk sampe semua tercampur.
  5. Habis itu langsung masukin +- segelas air dan aduk-aduk, masukin kaldu bloknya satu biji (jangan lupa dihancurin dulu yaa) dan lada hitam sesukanya kamu.
    Image
  6. Terus langsung masukin susu plainnya tadi, dan apinya gedein dikit, aduk-aduk sampe tekstur supnya agak kental.
  7. Kalo udah kental, kocok satu butir telur, kocokannya di campur sama sedikit air biar agak cair. Nah, kecilin apinya dulu, baru masukin kocokan telur tadi sambil terus diaduk-aduk.
    Image
  8. Habis ini supnya bakal kental, sambil diicip-icip masukin bumbu garam, gula, lada hitam yang kira-kira kurang, tapi apinya mesti kecil banget. Soalnya sup akan terus mengental seiring dengan berjalannya proses memasak *halah*.
  9. Then, the soup is ready to serve 😉Image

Ngga usah ke restoran prancis, kamu juga bisa bikin kan yang beginian …

Good luck !
Gesti.

This is … My Happiness Jar

This is My Happiness Jar…

Happiness Jar

I’ll write up every little Happy-Things, every single good things that happened to me in small piece of paper. Through this year.

And after a year, it would be like this…

tumblr_mfm09p4trz1rmqv2uo1_500

Then, I’ll read every single owesome things in 31 December 2014.

This year, will be a very amazing one, I’ll start to try to reach many of my whole-life-dream. So then, see you very soon all the good things 🙂

Success is getting what you want, happiness is wanting what you get

Bismillahirahmanirahiim …

Siapa AKU ?

Who am i

Pernahkah memikirkan bahwa kita itu siapa? Kalau saja ditanya siapa kamu, pasti kebanyakan orang menjawab dengan namanya, jabatannya, statusnya. Siapa aku? gesti? tidak guys, itu tidak menjawab pertanyaan, yang dapat saya jawab dengan ‘Gesti’ adalah pertanyaan ‘Siapa namamu?’. Begitu pula, siapa aku? seorang mahasiswa, atau perempuan berumur 20 tahun yang masih mahasiswa masih single dan belum punya jabatan. Itu juga bukan, ini bukan pertanyaan soal ‘Apa statusmu?’, ‘Berapa umurmu?’, atau ‘Apa jabatanmu?’. Jadi …. Siapa aku?

Kebanyakan orang melekatkan dirinya dengan hal-hal yang bersifat duniawi. Sehingga saat ditanya ‘Siapa kamu?’, dia akan cenderung menjawab dengan namanya, umurnya, jabatannya, atau statusnya. Padahal, sebuah nama adalah sesuatu yang dapat berubah bukan? nama adalah koding untuk melabeli dirimu yang berbentuk ‘fisik’ agar tidak tertukar dengan yang lain, yang bahkan dapat kamu ubah sendiri, dari mulai ditambahkan nama suami, ditambah S.T., atau bahkan diubah seluruhnya karena mualaf. Jadi tentu aku bukan sebuah nama. Umur? apalagi, itu hanya bilangan untuk mengukur seberapa lama tubuh fisikmu telah diberi kehidupan. Jabatan, ini yang paling fatal dan paling sering dibanggakan orang. Aku adalah direktur perusahaan, Aku adalah CEO lalala, Aku adalah ketua himpunan, Aku adalah ketua wxbfy. Itu yang paling sering kita lakukan bukan? tapi jabatan adalah sesuatu yang semu, dia akan berlalu, paling-paling hanya melekat 4 tahun, atau bahkan 1 tahun, akan SANGAT lebih cepat luntur. Jadi, apa aku itu jabatan?

Jadi apa itu aku? Some kind of God’s Creatures? kalau kita bilang aku manusia, kamu juga manusia, itu bukan menjawab ‘aku’ tapi ‘kita’ dan ‘kami’. Coba kita renungi, jika seseorang mengaitkan dirinya dengan jabatan, dan orang tersebut merasa ‘keren’, ‘Aku kereeeen’, maka kekerenan dirinya itu akan hilang segera setelah jabatannya lengser. Jika seseorang mengaitkan dirinya dengan kepemilikan harta, dan orang tersebut merasa kaya, ‘Aku kaya, aku punya lamborgini, vacation house di 30 negara’, maka ‘kekayaan’ dirinya akan lengser segera setelah hartanya dicuri. Begitukah aku? sesuatu yang mudah sekali ikut hilang kualitasnya ketika hal duniawi hilang.

Coba bayangkan sekali lagi, kenapa sih Nelson Mandela dikenang? karena dia presiden pertama Afrika Selatan? bukaaan, dia dikenang karena pemahamannya bahwa harus ada keadilan di dunia, yang melahirkan semangat untuk memperjuangkan anti-aparteid, menghilangkan rasisme. Kenapa Steve Jobs dikenang? karena pintar? karena CEO Apple? bukan jugaa, karena dia punya mimpi, karena dia punya prinsip bahwa dunia harus berubah, dan akulah yang akan merubahnya.

Aku adalah aku, aku adalah sesuatu yang tidak melekat pada hal-hal physical, aku adalah sesuatu yang melekat pada jiwa dan tidak termakan waktu.  Ibaratnya aku secara fisik adalah hanya kendaraan bagi aku yang sebenarnya. Pernahkah sekalipun membayangkan, saat belum lahir, aku ada dimana, aku siapa, aku apa. Atau, kalaupun sekarang aku belum dilahirkan, aku ada dimana. Sesuatu yang tidak bisa dicapai nalar manusia kan? Dalam Al-Quran surat As-Sajdah (QS 32 : 7-9), Manusia diciptakan berasal dari tanah, lalu Allah menjadikan proses keturunannya dari air mani dan yang lebih hebat lagi, disempurnakanlah dengan ditiupkan ruh-Nya ke dalam diri manusia. Yang diciptakan dari tanah adalah manusia, aku secara fisik. Jadi aku adalah ruh yang ditiupkannya, ruh yang bahkan tidak lekang oleh kelahiran-kematian, yang kekal. Ketika manusia mati, maka ruh akan tetap ada.

Aku ketika di dunia, aku ketika dalam masa-masa hidupnya, membentuk sikap, aku adalah karakter, aku adalah iman, tidak-tidak, bahkan sesuatu yang lebih luas dari itu yang akan melekat pada ruh. Aku adalah sesuatu yang dimanapun, kapanpun, siapapun kita, aku akan tetap seperti itu, sesuatu yang melekat pada dimensi moral-psikologis-spiritual. Sekali lagi, aku adalah sesuatu yang bersifat immateri. Aku, sesuatu yang manghadap Allah ketika kita shalat, melebihi kita secara fisik. Kualitasnya? sekarang, tergantung pada bagaimana kita mendidik diri kita sendiri agar menjadi Aku yang ‘baik’, Aku yang ‘ada’ walaupun secara fisik tidak ada. Seperti Komaruddin Hidayat tulis dalam ‘Life’s Journey’, ketika kurungan fisik rusak, aku masih terus akan hidup, terus membawa rekaman apa saja yang aku lakukan bersama fisikku. I am a spiritual being who lives within a physical home.

CMIIW,
Gesti Saraswati